Refleksi Materi Perjalanan Pendidikan Nasional




Perjalanan pendidikan nasional yang di mulai dari zaman kolonial belanda yaitu abad ke 20 dimana pendidikan pada zaman ini hanya di khususkan untuk para calon pegawai dan pembantu belanda yang dimanfaatkan untuk memenuhi kepantingan dari bangsa belanda itu sendiri. Siswa pada pendidikan zaman ini tidak dibebaskan untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas. Seiring berjalannya waktu pendidikan di indonesia banyak tokoh pendidikan yang memperjuangkan hak rakyat indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan sesuai dengan perkembangan zaman. Tokoh pendidikan yang berperan terhadap perubahan pendidikan di indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara, R.A. Kartini, Dewi Sartika, K.H. Ahmad Dahlan, K.H Hasyim Asy’ari dan masih banyak lagi.

Berkat hasil dari perjuangan mereka, pendidikan di indonesia semakin berkembang, sistem pendidikan di indonesia sudah mulai mengikuti perkembangan zaman. Siswa tidak lagi terbelenggu oleh pendidikan belanda, siswa dibebaskan untuk mengeksplor diri dan pengetahuan yang diberikan oleh para pendidik disesuaikan dengan kemampuan peserta didik dan perkembangan zaman.

Setelah mempelajari tentang perjalanan pendidikan di Indonesia, Pengetahuan dan pengalaman baru yang diperoleh diantaranya adalah m proses pendidikan merupakan sebuah proses utnuk menuntun segala kodrat pada anak, dapat diartikan bahwa guru seharusnya menempatkan diri sebagai fasilitator dan mediator pembelajaran, serta menjadi teladan dalam bersikap sehari-hari. Guru yang sesungguhnya bukanlah "mengajar" sebagaimana yang sering dipraktekkan saat ini, bahwa guru dianggap sebagai satu-satunya sumber pengetahuan lalu kemudian melalukan proses transfer pengetahuan yang dimiliki di depan kelas secara menoton kepada siswa tanpa memerhatikan karakteristik dari siswa.

Dukungan dari semua pihak, fasilitas yang tersedia serta kemauan diri untuk selalu belajar dan mengembangkan diri merupakan kekuatan untuk menerapkan pemikiran-pemikiran dari tokoh pendidikan salah satunya yaitu Ki Hajar Dewantara dalam proses pembelajaran. Untuk menerapkan pemikiran Ki Hajar Dewantara tersebut, maka perlu dilakukan perubahan-perubahan terutama pada pola-pola pembelajaran yang dilakukan selama ini. Proses "menuntun" anak harus diberikan porsi yang lebih diutamakan dari proses "mengajar" anak.

Langkah konkret yang perlu dilakukan sebagai bentuk perubahan paradigma pembelajaran adalah membuat rangcangan proses pembelajaran yang berlandaskan pada kebutuhan dan karakteristik peserta didik dalam proses pembelajaran. Langkah ini perlu dilakukan secara masif dan berkelanjutan secara bersama-sama di sekolah bahkan jika diperlukan menjadi bagian dari visi-misi dan tujuan pengajaran di sekolah.