Berkat hasil dari perjuangan mereka,
pendidikan di indonesia semakin berkembang, sistem pendidikan di indonesia
sudah mulai mengikuti perkembangan zaman. Siswa tidak lagi terbelenggu oleh
pendidikan belanda, siswa dibebaskan untuk mengeksplor diri dan pengetahuan
yang diberikan oleh para pendidik disesuaikan dengan kemampuan peserta didik
dan perkembangan zaman.
Setelah mempelajari tentang perjalanan
pendidikan di Indonesia, Pengetahuan dan pengalaman baru yang diperoleh
diantaranya adalah m proses pendidikan merupakan sebuah proses utnuk menuntun
segala kodrat pada anak, dapat diartikan bahwa guru seharusnya menempatkan diri
sebagai fasilitator dan mediator pembelajaran, serta menjadi teladan dalam
bersikap sehari-hari. Guru yang sesungguhnya bukanlah "mengajar"
sebagaimana yang sering dipraktekkan saat ini, bahwa guru dianggap sebagai
satu-satunya sumber pengetahuan lalu kemudian melalukan proses transfer
pengetahuan yang dimiliki di depan kelas secara menoton kepada siswa tanpa
memerhatikan karakteristik dari siswa.
Dukungan dari semua pihak, fasilitas
yang tersedia serta kemauan diri untuk selalu belajar dan mengembangkan diri
merupakan kekuatan untuk menerapkan pemikiran-pemikiran dari tokoh pendidikan
salah satunya yaitu Ki Hajar Dewantara dalam proses pembelajaran. Untuk
menerapkan pemikiran Ki Hajar Dewantara tersebut, maka perlu dilakukan
perubahan-perubahan terutama pada pola-pola pembelajaran yang dilakukan selama
ini. Proses "menuntun" anak harus diberikan porsi yang lebih
diutamakan dari proses "mengajar" anak.
Langkah konkret yang perlu dilakukan
sebagai bentuk perubahan paradigma pembelajaran adalah membuat rangcangan proses
pembelajaran yang berlandaskan pada kebutuhan dan karakteristik peserta didik dalam
proses pembelajaran. Langkah ini perlu dilakukan secara masif dan berkelanjutan
secara bersama-sama di sekolah bahkan jika diperlukan menjadi bagian dari
visi-misi dan tujuan pengajaran di sekolah.
